Selamat datang di website
DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KOTA BALIKPAPAN

Sosialisasi Media Sosial Menangkal Hoax dan Ujaran Kebencian

Thursday - 15 November 2018 - Dibaca: 41 kali

BALIKPAPAN - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar sosialisasi media sosial dengan tema Menangkal Hoaks dan Ujaran Kebencian, Rabu (14/11). Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan siswa SMA/SMK dan perwakilan guru se Balikpapan.

Sekretaris Diskominfo Kota Balikpapan, Panti Suhartono mengatakan, sosialisasi ini untuk mendidik generasi muda agar bijak dalam memanfaatkan media sosial.

"Pesertanya ratusan siswa dari 26 SMA/SMK sederajat dan memang ini program Infokom dan ke depan juga akan dilakukan sampai ke sekolah-sekolah supaya banyak siswa lainnya juga mendapat pengetahuan serupa," kata Panti Suhartono.

Dalam sosialisasi itu, siswa juga diajarkan cara mengantisipasi hoaks dan ujaran kebencian seperti melakukan pencermatan, menyaring kebenaran berita dengan melihat dari berbagai sumber. Termasuk melihat waktu kabar tersebut diunggah di dunia maya dan media sosial lainnya. "Ya, harapannya supaya para siswa bisa mencermati berita-berita yang tersebar di media sosial. Tidak langsung percaya dan ikut menyebarkan," ucapnya.
 
"Paling tidak mereka bisa menyampaikan ke teman-teman dan keluarganya dalam menyikapi sebuah berita," harap Panti Suhartono.
 
Sosialisasi yang digelar di aula Kantor Wali Kota Balikpapan menghadirkan narasumber dari Polda Kaltim yang khusus menangani kejahatan siber yakni, Kasubdit Kejahatan Dunia Maya Polda Kaltim, AKBP M. Dharma Nugraha menerangkan, bahwa dalam masa kampanye di tahun politik maka sangat rentan adanya ujaran kebencian dan hoaks di media sosial.
 
"Dalam konstelasi politik saat ini, mari kita bijak, tidak saling menghina, tidak memprovokasi dan buat Pemilu dengan suasana damai sehingga apa pun hasilnya, merupakan yang terbaik buat bangsa ini," ucap Dharma Nugraha usai menjadi narasumber.
 
Polda Kaltim pun mengimbau masyarakat untuk tidak menjadi pelaku penyebar hoaks dan ujaran kebencian. "Kami berharap tidak ada lagi warga Kaltim yang menyebarkan hoaks," tutupnya. (Diskominfo)